PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN PASCA TSUNAMI BAGI KELOMPOK SADAR WISATA MINANG RUA BAHARI SEBAGAI KEARIFAN SOLUSI PENGENTASAN KEMISKINAN DAN BANGKIT MENUJU KEMANDIRIAN
Keywords:
Pendidikan dan pelatihan, pengembangan, pariwisata, pasca tsunamiAbstract
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengenalan dan pendampingan dari aspek manajerial (managerial skill) dan kemampuan teknis (techniccal skill) guna mempermudah kelembagaan kelompok sadar wisata bersama masyakarat Desa Kelawi, mengembangkan pengelolaan pariwisata berkelanjutan melalui kegiatan pemberdayaan yang akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat, mendukung program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yakni Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan), Oleh karena itu, program-program yang dirumuskan dan diimplementasikan harus senantiasa melibatkan masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki sebagai salah satu upaya percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana khusuanya di desa Kelawi yang akan menjadi lokasi kegiatan pengabdian ini. Metode yang digunakan : Focus grup discussion, pendidikan dan pelatihan, ceramah dan simulasi berupa kegiatan pemberdayaan terhadap masyarakat lokal serta evaluasi seluruh hasil kegiatan ini. Lokasi kegiatan desa Kelawi Kecamatan Bakauheni, peserta kegiatan ini berjumlah 20 orang meliputi:, Kepala Desa, beserta aparatur, ketua dan anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis), Kelompok Pemuda dan Karangtaruna, tokoh masyarakat/ BPD, dan karang taruna. Luaran yang ditargetkan (utama):: Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal Sumbangsih, Video kegiatan berdurasi 5 menit. Luaran tambahan : artikel ilmiah yang akan diseminarkan dalam forum ilmiah kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil dan rekomendasi dari kegiatan ini adalah : Pelaksanaan kegiatan pengabdian di desa Kelawi ditempuh melalui beberapa aspek yaitu Kemampuan analisis peserta di desa Kelawi ini secara singkat dapat ditingkatkan terutama dalam aspek kognitif dan afektif. Secara kognitif rata-rata mengalami kenaikan sekitar 55% dari kemampuan dasar peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta pelatihan memiliki motivasi yang tinggi untuk mengaplikasikan hasil-hasil pelatihan pada aktifitas-aktifitas di bidang kepariwisataan,termasuk pengembangan area wisata air terjun, yang merupakan spot wisata yang sedang dikembangkan bekerjasama dengan IFTA. Kedepan untuk tetap melakukan kegiatan-kegiatan serupa secara berkala guna meningkatkan kinerja dan kontribusi anggota kelompok sadar wisata secara umum dengan mengaktifkan kelembagaan desa lainnya, atau melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi/ LSM yang concern terhadap pengembangan pariwisata yang memiliki kapasitas terkait dengan kegiatan /Pengabdian kepada masyarakat ini, serta terus melakukan evaluasi kegiatan sebagai input untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya.
Key words : pendidikan dan pelatihan, pengembangan, pariwisata, pasca tsunami
Downloads
References
Kagungan, D. & Yulianti, D. (2019). The Synergy Among Stakeholders to Develop Pisang Island as Marine Tourism: The Case of Underdeveloped Area. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 32(1), 16-23.
Kagungan, D. et al. (2021). Genpi’s Strategy In The Development Digital Tourism Destination in Lampung Province. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora, 23(2).
Rachmawati, T., Lestari, R., Kamandanu, F. A., & Syahrobi. D. (2021). Edukasi Pelaku UMKM Wisata Pantai Minang RUA sebagai Upaya Mewujudkan Sustainable Tourism. Jurnal Pengabdian Dharma Wacana, 2(1), 33-42. DOI: https://doi.org/10.37295/jpdw.v2i1.189
Sari, Y. R., Neta, Y. & Kagungan, D. (2016). Kebijakan Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Kelembagaan Desa dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Econosains, 14(1), 88-104.
