Penyuluhan Penanganan Stroke di Keluarga pada Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Iringmulyo
Keywords:
hemiparese, stroke, ROMAbstract
Prevalensi stroke di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Stroke merupkan penyakit penyebab kecacatan dan kematian. Kondisi stroke dapat menimbulkan deficit neurologis dan kecacatan pada pasien. Salah satu betuk kecacatan adalah hemiparese. Hemiparese sangat menghambat dan menggangu aktivitas seseorang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Intervensi yang dapat dilakukan adalah range of motion (ROM). Range of motion (ROM) merupakan Latihan yang berguna untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan untuk menggerakkan persendian secara normal dan lengkap untuk meingkatkan massa otot dan tonus otot. ROM dapat secara aktif maupun pasif. ROM aktif merupakan Latihan yang dilakukan oleh pasien sendiri. ROM pasif merupakan Latihan yang dilakukan oleh perawat. Kegiatan pengabdian masyarakat penanganan stroke di keluarga pada masyarakat wilayah kerja puskesmas Iringmulyo dengan metode dan demostrasi. Kegiatan pelaksanaan dilakukan dengan kunjungan ke rumah pasien (home visit). Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa peserta berperan aktif dan memberikan respon positif, Hasil evaluasi kegiatan pengabdian menunjukan bahwa peserta berperan aktif dalam diskusi (90%), dan peserta berperan aktif dalam demostrasikan ROM (90%).
Downloads
References
Anggriani, A., Zulkarnain, Z., Sulaiman, S., & Gunawan, R. (2018). Pengaruh ROM (Range of Motion) Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Pasien Stroke Non Hemoragic. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 3(2), 64-72.
Ariastuti, N. L., Okvi, A., Kurniawati, D., & Aini, H. N. (2015). Pengaruh range of motion aktif (cylindrical grip) terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik di smc rs. Telogorejo. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan,7(1).
ASA, A. (2019). Complications After Stroke. Complications After Stroke. https://doi.org/10.1093/med/978019 9641208.003.0018.
Bistara, D. N. (2019). Pengaruh Range of Motion (ROM) terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Jurnal Kesehatan Vokasional (JKESVO),4(2), 112-117.
Black & Hawks (2014), Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis Untuk Hasil yang Diharapkan. Singapura: Elsevier Inc
Guyton & Hall. (2011). Buku Ajar Fisiologo Kedokteran. Singapore: eslsevier
Irfan, M. (2010). Fisioterapi bagi insan stroke. Yogyakarta: Graha Ilmu
Johnson, W., Onuma, O., Owolabi, M., & Sachdev, S. (2016). Stroke: A global response is needed. Bulletin of the World Health Organization, 94(9), 634A-635A. https://doi.org/10.2471/BLT.16.1816 36
Kemenkes. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018.Jakarta: Kemenkes RI.
Mardati, L., Setyawan, D., & Kusuma, M. A. B. (2014). Perbedaan Range of motion spherical grip dan cylindrical grip terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di RSUD Tugurejo Semarang. Karya Ilmiah.
Medea, G. P., Nurachmah, E., & Adam, M. (2021). Post-Stroke Quality of Life Perceived by Patients and Caregivers. Jurnal Keperawatan Indonesia,24(3), 165-172.
Potter, P. A., Perry, A. G. E., Hall, A. E., & Stockert, P. A. (2009). Fundamentals of nursing. Elsevier mosby.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2022 Sapti Ayubbana, Nia Risa Dewi, Nury Luthfiatil Fitri, Asri Tri Pakarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
